Tampilkan postingan dengan label recommendedplace. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label recommendedplace. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

The Team (Kinabalu-I)

Pada dasarnya saya bukan orang yang senang melakukan perjalanan beramai-ramai,  satu dua tiga teman perjalanan sudah cukup,sendiripun tidak begitu masalah. Kecuali, tujuan perjalanannya buat pendidikan atau kegiatan lembaga.

Tapi kalau ajakan perjalanan datang dari ibu-ibu pengajian ini, saya hampir tidak berpikir ulang menerimanya. Hambatan-hambatan dipikirkan belakangan.




Semangat tante-tante ini..hmmm, menyenangkan. Rasanya seperti berjalan-jalan dengan teman sebaya. Padahal rentang usianya lumayan, dari yang cuma beda 1-2 tahun hingga yang beda 2 dekase. Jauh sekali dari stereotip tante-tante yang cerewet dan pengeluh. *aduh, ampun tante* 

Berada dalam tim ini ini semacam menumbuhkan keyakinan dalam diri saya bahwa usia,keluarga,pekerjaan, dan kesibukan lainnya tidak harus selalu menghentikan kita melakukan hal-hal yang kita senangi. Top deh pokoknya tante-tante ini.

Peserta perjalanan kali ini yang juga ada dalam tim gede ada mbak Chitra, mbak H, yostal, dinna, mbak May.  Dan tentu saja si kecil Cici, yang sekarang sudah berusia 4 tahun, sudah jauh lebih berat, dan Mbak May masih setia menggendongnya. Juara.

Anggota tim yang baru bergabung, ada tante Ika (Arsitektur ITB '02), mbak Yanti (ITB '91),mbak Sinta (petroleum ITB '91) dan mbak Nina (Diah Agustina,TI ITB '98) yang jauh-jauh datang dari Balik Papan untuk bergabung dengan kami.

Dan dua bintang tamu spesial kita, mbak Ni'matul Hasanah (yang kemeja kotak dan kaos dalam orange), atasan nya dinna di Icraf. Dan yang satu lagi: yang tinggi, yang cantik di sebelah saya yang menggunakan jaket hitam, mbak Bungen Noni, teman mbak May. Coba tebak usianya berapa? 43! Semua orang terkaget mendengar kenyataan ini, mengingat betapa young-lookingnya mbak satu ini.(mau dong tan, resep awet muda). Dan yang lebih bikin kaget lagi, ini kali pertama si tante cantik mencoba mendaki gunung. Huwowww. Sungguh, semangatnya membuat saya -yang 20 tahun lebih muda-, malu. 

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, ide perjalanan ini telah diejawantahkan (halah) sejak bulan Desember tahun lalu. Enam bulan untuk menabung, mempersiapkan jadwal, hunting tiket murah dan mempersiapkan fisik.

Selasa, 27 September 2011

Rumah Buku/Kineruku

Recommended place buat yang doyan buku, film, dan musik, tapi ga punya uang banyak :

Rumah Buku/Kineruku
Alamatnya di Jalan Hegar Manah 52.
Kalo dari arah gerlong, pertigaan Mc-D belok kiri ke jalan hegar manah.Lurus terus ketemu pertigaan,ambil kanan terus ke atas. posisinya sebelah kanan jalan.Tempatnya tidak begitu mencolok, sekilas seperti rumah biasa.Cuma ada tulisan kecil "rumah buku" didepan rumahnya.

Tempatnya berada dikomplek perumahan yang jauh dari keramaian sehingga ga bising.Ada beberapa sofa disediakan buat pengunjung yang mau baca ditempat.Nah, tempat kesukaan saya diteras belakang, karena udara lepas dan halaman belakang yang luas bikin suasananya jadi segar dan enak buat baca atau mengerjakan sesuatu dengan laptop.
Buat yang mau bawa pulang, mesti jadi member dulu dan bayar uang sewa yang tarifnya berbeda-beda berdasarkan jenis buku.Tapi ga semua koleksi boleh dibawa pulang, ada beberapa yang cuma boleh dibaca ditempat.Koleksi filmnya juga gitu, ada beberapa yang cuma boleh di tonton di tempat . Ada home studio nya buat yang mau nonton film di tempat.Tarifnya 10K untuk 1 orang, dan 15K untuk berdua.Di rumah buku juga menyediakan makanan dan minuman, harga terjangkau, tapi pilihannya ga terlalu banyak.

Karena disana ga boleh ngambil foto disana, dan saya sebagai member yang baik mematuhi aturan, jadi ga bisa nunjukin fotonya.hehe.Yang penasaran Mangga ke situsnya kalo mau liat-liat..Koleksinya oke punya lah,sangat direkomendasikan.Silahkan dicek didaftar koleksi yang ada di situs.


Rabu, 06 Juli 2011

Ministry Coffee

Kalau dibandung ada readinglight sama potluck, di Jogja ada namanya Ministry Coffe.

Lukvi yang baik hati mengajak kami ketempat yang tepat ketika saya dan dincheu bingung pengen mau maen kemana lagi waktu berada dijogja awal mingu lalu.

Alamatnya di jalan prawirotaman. Dan saya baru pertama kali datang kekawasan ini setelah beberapa kali kunjungan ke Jogja.Semacam "kawasan bule" di Jogja.Jadi kafe, hotel, salon, toko souvenir, dan toko-toko lain di sepanjang jalan ini disetting untuk menerima tamu asing, bahasa pengantarnya english, dan harganya you-know-lah, harga bule.Kami jalan-jalan sebentar melihat apa aja yang ada disepanjang jalan ini lalu terakhir mendamparkan diri di ministry coffe

Kayak di reading light, koleksi buku disini semuanya buku berbahasa inggris.Tapi disini buku cuma bisa dipinjam untuk dibaca di tempat,tidak untuk dijual. Koleksi bukunya pun ga sebanyak di reading light, tapi tempatnya jauhhhhhhhhh lebih luas.Tampaknya lebih menonjolkan sisi coffe shopnya.Dan memang pilihan beveragenya cukup banyak .

Gedungnya ada dua lantai dengan halaman dan taman yang luas di samping dan belakang yang juga bisa digunakan oleh pengunjung.Rak-rak bukunya ada dilantai dua, jadi yang datang untuk membaca mesti naek kelantai dua.Ada wifi juga buat yang bawa laptop dan pengen internetan (sayang, passwordnya ganti tiap jam, cukup menganggu).Yang uniknya, di Jogja yang sepanas ini, gedung ini tidak memasang AC.karena tempatnya didesain buat bule-bule yang memang doyannya suasana yang tropis-tropis mungkin ya? *dan readinglight dibandung yang super dingin malah masang AC ,haha.*


Kalo buat saya, yang paling menyenangkan dari tempat ini, tempatnya yang luas dengan jendela-jendela kaca super besar  yang bikin ruangannya menjadi terasa super duper terang segar dan menyenangkan *walo sedikit panas siang harinya*.


Dan begitulah kenyamannannya, kami menghabiskan waktu berjam-jam disana ,bongkar-bongkar rak buku,internetan, main otello cuma bermodalkan dua gelas lemon tea, dua botol coca cola, dan secangkir kopi,hihi.



Buat yang doyan kopi, buku, dan sofa ,currently at jogja,dan lagi pengen ke tempat yang tidak penuh dengan orang-orang , tempat ini bisa jadi pilihan menyenangkan.

*thanks jogja and everbody for two day out of routinity,:)

Kamis, 05 Mei 2011

Reading Light

Reading Light salah satu tempat nonkrong favorit saya sama dinna dan yostal.Second hand book store.Khusus bahasa inggris. Genrenya macam2, novel, majalah, buku dokumenter, science book,etc. Kalo ga mau beli, boleh baca ditempat, dan ga bayar.sistemnya kayak perpustakaan gitu.kalau mau jadi member, mesti transaksi dulu minimal Rp 50k.Ada diskon-diskon tertentu buat yang punya kartu member.

Yang bikin enak?suasananya tentunya.Tidak terlalu besar, seperti ruang baca dirumah,dengan beberapa rak buku.ada beberapa sofa, dan satu  lesehan dipokok.Gedungnya 2 lantai, atas dan bawah, cuma lantai diatas pencahayaannya tidak senyaman yang dibawah, dan banyak lukisan-lukisan, membuatnya jauh dari kesan ruang buat duduk dan bersantai, sehingga lantai bawah lebih banyak penggemarnya. Ada wi-fi.dan gratis.hihi.dengan koneksi yang lumayan cepat.tidak perlu bayar apa-apa.jadi kalau anda tidak punya uang dan hanya ingin nongkrong, membaca atau memanfaatkan koneksi gratis ya silahkan saja.hihi.

Ada kafenya juga, tetapi tidak terlalu banyak pilihan makanan.kopi, teh, dan beberapa makanan ringan dengan harga belasan ribu.Dan disini jualan berbagai jenis syal rajutan juga, bagus-bagus, tapi harganya juga lumayan.

Kadang-kadang waktu tertentu di lantai 2 suka ada pameran seni.Biasanya pameran mahasiwa Seni Rupa ITB.Mungkin itu kenapa lantai 2 lebih terlihat seperti galeri lukis daripada ruang baca.

yang belum pernah kesini, you have to try it!
alamatnya dijalan siliwangi, sebelum pertigaan cimbeleut-cihampelas, disebelah kanan kalo dari arah Dago.bisa jadi alternatif tempat belajar yang menyenangkan.



 
sudut favorit kami, lesehan!